Tips Jitu dalam Memilih Les Privat

Bimbingan belajar atau les telah dikenal sebagai suatu upaya tepat dalam meningkatkan kemampuan, hingga output atau prestasi belajar anak. Salah satu jenis bimbingan belajar adalah les privat, di mana bimbingan dilakukan secara lebih intim dengan peserta belajar yang lebih sedikit. Jenis bimbingan seperti ini memberikan lebih banyak keuntungan dibandingkan dengan jenis les dalam skala yang besar. Dengan mengikutsertakan anak pada suatu kesempatan les bermodel privat, anak memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan ketrampilan belajarnya secara mandiri. Maka dari itu, manfaat dari les dengan jenis seperti ini akan lebih terasa bagi anak.

5 Tips Memilih Les Privat yang Cocok untuk Anak Anda

Kehadiran seorang guru dalam kesempatan bimbingan belajar untuk anak dapat menunjang kemampuan belajar dan prestasi anak. Kebutuhan kini misalnya kian meningkat seiring semakin dekatnya momen ujian sekolah. Pertanyaannya adalah, bagaimana cara memilih bimbingan belajar privat yang tepat bagi Anak? Hal ini perlu diperhatikan orang tua atau pengasuh dalam rangka mengupayakan perolehan hasil maksimal dalam mengantarkan anak ke dalam agenda bimbingan belajar. Memilih les privat untuk anak tentu tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Maka dari itu, berikut adalah 5 tips memilih satu yang tepat bagi anak. Harapannya, hasil akhir yang diperoleh akan sesuai dengan harapan.

  1. Tentukan tujuan sedari awal

Sebelum memilih guru dan sarana bimbingan belajar, baiknya orang tua atau pengasuh menentukan tujuan yang ingin dicapai pada akhir rangkaian kegiatan. Sedari awal, tetapkan dulu tujuan belajar yang juga terwujud berdasarkan kesepakatan dengan anak. Pada dasarnya, tujuan diikutsertakannya anak ke dalam kegiatan bimbingan belajar mengacu pada kebutuhan anak itu sendiri. Beberapa tanda yang ditunjukkan anak jika ia sudah membutuhkan bimbingan belajar, di antaranya sebagai berikut:

  • Mengalami kesulitan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah, hingga kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan rumah
  • Mengalami perkembangan yang lambat dalam rangkaian kegiatan pembelajaran di sekolah
  • Nilai tidak memuaskan meskipun telah melakukan usaha belajar yang maksimal
  • Malas mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah, hingga cemas setiap kali akan diadakan ulangan atau ujian
  • Membutuhkan strategi yang ekstra hanya untuk mengikuti agenda pembelajaran biasa

Berangkat dari sini, orang tua atau pengasuh dapat menyiapkan jadwal dan kebutuhan yang tepat, kaitannya dengan agenda bimbingan belajar, guna membantu meningkatkan performa belajar Anda.

  1. Meminta rekomendasi

Tidak ada salahnya bagi para orang tua atau pengasuh untuk mencari tahu lebih dalam tentang rekomendasi bimbingan belajar atau guru mana yang tepat bagi kebutuhan anaknya. Anda dapat mencari informasi dari laman online, atau memperoleh rekomendasi dari orang-orang terdekat yang telah terlebih dahulu menggunakan jasa bimbingan belajar atau guru privat. Adanya beberapa referensi membuat Anda mudah mengategorikan, serta memilih yang pas berdasarkan kebutuhan dan kemampuan Anda.

  1. Cek kualifikasi

Setelah memperoleh variasi agenda bimbingan belajar, hingga referensi guru privat, Anda perlu menetapkan pilihan pada satu yang terbaik, yaitu yang memiliki kualifikasi paling tinggi dan dapat diandalkan. Seiring berjalannya waktu, banyak pihak yang mampu menawarkan kegiatan pembelajaran yang sangat inovatif dan akan menghasilkan output yang memuaskan. Anda dapat mencari pihak dengan kualifikasi demikian. Beberapa aspek yang dapat menjadi pertimbangan Anda dalam menilai adalah latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja.

  1. Meminta testimoni dari klien

Sejalan dengan dua tips sebelumnya, kali ini Anda perlu memintakan testimoni atau cerita nyata dari klien-klien sebelumnya lembaga bimbingan belajar atau guru privat terkait. Jika memungkinkan, Anda dapat mengumpulkan data secukupnya yang dapat mendukung kepercayaan Anda dapat memilih tempat dan orang mana yang dijadikan sarana membantu kualitas belajar anak. Dari sini, Anda dapat memerhatikan apakah pada kesempatan sebelumnya terjadi peningkatan kemampuan dan prestasi belajar anak atau tidak. Akan lebih baik jika Anda mengetahui pula bahwa penerapan cara belajar yang dilakukan akan selalu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan belajar masing-masing anak.

  1. Perhatikan cara belajar

Apakah kesempatan bimbingan belajar atau les privat yang Anda inginkan memungkinkan Anda untuk melakukan intervensi? Jika tidak sepanjang waktu, alangkah bijaknya Anda turut mengawasi terlebih dahulu cara dan suasana belajar yang diciptakan di momen-momen awal. Sebelumnya, Anda harus memastikan anak akan nyaman melalui suatu proses pembelajaran tertentu, serta mampu berinteraksi dengan leluasa dan cermat dengan pihak pengajar. Jadwalkan beberapa sesi ke depannya agar pantauan terhadap kegiatan belajar dapat terus terlaksana.

Itulah 5 tips yang dapat Anda implementasikan dalam memilih secara tepat kegiatan les privat bagi anak. Baik memilih pengajar dari lembaga bimbingan tertentu, atau langsung bekerja sama dengan guru privat perseorangan, semua upaya ini sebenarnya akan membuahkan hasil sesuai yang Anda kehendaki jika pengambilan keputusannya didasarkan pada pertimbangan yang tepat dan sesuai dengan kemampuan.

Menciptakan Suasana Meriah Pembelajaran dengan Quantum Teaching

Setiap pengajar pasti memiliki suatu keinginan untuk mampu menyampaikan materi ajar secara maksimal pada para pelajar. Guna mencapai hal tersebut, tidak jarang berbagai kalangan pengajar, guru sekolah atau tutor, bereksplorasi dalam hal cara mengajar terbaik untuk hasil yang optimal pula. Pernahkah Anda mendengar dan coba mengaplikasikan Quantum Teaching dalam kelas?

Metode pengajaran bertajuk Quantum Teaching ini adalah upaya menciptakan suasana meriah dalam sebuah kegiatan belajar dan mengajar dengan memanfaatkan apa pun yang ada. Metode pengajaran ini pertama diterapkan pada sebuah kelas di program SuperCamp yang diinisiasi seseorang bernama Bobbi DePorter. Dalam mewujudkan metode pengajaran ini, pengajar harus berusaha menciptakan nuansa dinamis dalam kelas, yang mendasarkan nuansa tersebut pada asas utama “Bawa Dunia Mereka ke Kita, Antar Dunia Kita ke Mereka”. Dari sini, dapat dipahami bahwa pengajar mencoba masuk ke dunia pelajar terlebih dahulu, kemudian bersama-sama membangun relasi mutualisme dalam kelas.

Seperti yang mungkin telah Anda pahami, relasi mutualisme yang terjalin dalam proses kegiatan belajar dan mengajar nantinya harus mengacu pada prinsip pemahaman kepribadian manusia dan lingkungan sekitarnya yang turut memengaruhi suasana belajar. Untuk dapat berhasil menciptakan suasana meriah dalam proses pembelajaran, intip dulu 5 prinsip dari Quantum Teaching ini.

5 Prinsip Quantum Teaching

  1. Semuanya berbicara

Apakah Anda pernah mendengar konsep CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif)? Metode Quantum Teaching mendukung terciptanya kegiatan pembelajaran yang serupa dengan konsep itu karena tidak hanya pengajar yang aktif berbicara, tetapi juga pelajar.

  1. Semuanya bertujuan

Baik pengajar maupun pelajar sama-sama memiliki tujuan yang ingin dicapai selama melakoni kegiatan belajar mengajar terkait.

  1. Belajar dari pengalaman

Pengalaman adalah guru terbaik. Ya, terdapat kondisi yang lebih baik bagi untuk berkembang dan menerima stimulus berupa ilmu baru, yaitu dengan merangsangnya dengan pengalaman nyata berdasarkan rasa ingin tahu. Lakukan hal ini sebelum memasuki pengayaan materi.

  1. Setiap usaha penting

Merujuk pada prinsip sebelumnya, pelajar memang dituntut untuk aktif dalam rangkaian kegiatan pembelajaran. Sebagai pengajar, hargai setiap usaha mereka agar timbul kepercayaan diri dalam terus mengembangkan minat belajar dan kemampuannya.

  1. Rayakan pencapaian

Perayaan yang dapat Anda berikan pada pelajar dapat berupa memberikan pujian atau hadiah.

Mendasarkan implementasi metode Quantum Teaching pada kelima prinsip tadi, terdapat konsep pengajaran yang patut dilakukan juga agar seorang pengajar dapat secara sempurna menciptakan suasana meriah dalam pembelajaran. Terdapat 6 unsur atau konsep yang perlu dipraktikkan selama mengerahkan usaha dalam perwujudan Quantum Teaching.

6 Konsep Quantum Teaching

  1. Tumbuhkan

Mulailah kelas Quantum Anda dengan interaksi sederhana, namun bermakna bagi pelajar. Sedari awal, tumbuhkan semangat mereka agar senantiasa tertarik pula untuk mengikuti pembelajaran.

  1. Alami

Seperti prinsip yang telah disebutkan sebelumnya, buat mereka memperoleh pengalaman sendiri agar otak ikut terangsang dalam mengolah hal atau ilmu baru.

  1. Namai

Melanjutkan kegiatan yang berdasarkan pada pengalaman, tahap berikutnya baru dapat dilanjutkan ke pengayaan materi, atau yang disebut penamaan peristiwa. Nama yang diberikan Anda pada suatu materi atau ilmu baru dapat dikaitkan dengan pengalaman sebelumnya, sehingga para pelajar dapat lebih mengerti dan mengingat dengan mudah setiap konsep baru yang diajarkan.

  1. Demonstrasi

Setelah pengalaman diperoleh, serta pengayaan diberikan, Anda dapat memberikan para pelajar sebuah kesempatan untuk melakukan demonstrasi atau penerapan materi. Bisa dengan presentasi atau alat peraga, materi baru akan lebih lama mengendap dalam memori mereka.

  1. Ulangi

Ya, pengulangan atau repetisi terhadap materi yang diajarkan akan semakin menegaskan apa-apa saja yang telah dilalui dalam kelas.

  1. Rayakan

Terakhir, berikan apresiasi pada setiap usaha para pelajar yang menurut Anda menakjubkan selama kegiatan belajar dan mengajar berlangsung. Keberhasilan mereka dapat dirayakan semudah dengan tepuk tangan, atau hingga memberikan pujian dan hadiah. Dengan begini, mereka akan merasa dihargai atas ketekunannya, dan termotivasi untuk mencapai lebih.

Itulah seluk-beluk tentang Quantum Teaching yang dapat membuat suasana belajar menjadi menarik. Sebagai pelajar, Anda hanya harus berpatokan pada upaya mengembangkan situasi belajar yang interaktif dan menyenangkan.

Cermati Cara Belajar Menginspirasi dari Ilmuwan Dunia

Siapa, sih, ilmuwan yang menurutmu paling terkenal dan keren? Einstein? Newton? Selain mereka, masih ada nama-nama lainnya yang tidak kalah memukau dalam urusan karya. Seperti yang sudah kamu ketahui, ya, mereka mampu menghasilkan sesuatu yang baru, dan ciptaan mereka memberikan banyak manfaat dari awal kehadirannya hingga saat ini. Jika memikirkan bagaimana bisa mereka menjadi seorang pencipta suatu karya di tengah keterbatasan akses dan sarana belajar, tentunya kita hanya bisa merasa semakin kagum. Perjuangan mereka pasti jauh lebih besar dari apa yang bisa kita lakukan sekarang.

4 Kisah Inspiratif Metode Belajar Ilmuwan Dunia

Nah, untuk terinspirasi dari kegigihan mereka, berikut adalah 4 kisah inspiratif cara belajar para ilmuwan dunia. Jangan kira, mereka sudah terlahir pintar dan berpotensi mengembangkan suatu, ciptaan, ya. Yuk, cermati bersama!

  • Albert Einstein

Siapa, sih, yang tidak pernah mendengar nama Albert Einstein dan keberhasilannya? Ia adalah seorang ilmuwan yang terkenal karena ungkapan teori relativitasnya. Lebih lanjut, ia juga telah mengembangkan teori-teori lain, seperti statistik Bose-Einstein, Gerak Brown, dan efek fotolistrik.

Einstein memang lahir di lingkungan keluarga yang menaruh perhatian pada bidang pendidikan. Walaupun begitu, ia sendiri memiliki kepribadian pemalu dan introvert atau tertutup. Ia bahkan sempat dianggap sebagai murid yang terbelakang, hingga sempat mengalami beberapa kegagalan pula dalam ujian masuk institut teknologi setempat. Pada akhirnya, semangatnya untuk belajar sendiri dan tak kenal menyerah membuatnya mampu menjadi seorang pencipta.

  • Sir Isaac Newton

Namanya dijadikan rumus di pelajaran Fisika. Ya, Sir Isaac Newton adalah seorang ahli fisika, matematika dan astronomi terkenal dan berpengaruh berkat karya-karyanya. Sejumlah hasil karyanya yang paling mengubah dunia adalah teori gravitasi bumi dan Hukum Newton itu sendiri.

Nyatanya, Newton adalah anak yatim yang hidup di desa. Selama masa sekolahnya, ia sudah rajin membaca dan menabung. Sempat diminta keluarganya untuk menjadi petani, Newton berani mengambil keputusan untuk melanjutkan kuliah dan menekuni minatnya pada bidang sains. Lagi-lagi, semangat belajar yang kuat membuatnya dapat mengemukakan rumus dan teori baru untuk ilmu pengetahuan.

  • Thomas Alva Edison

Nama Thomas Alva Edison dikenal berkat ciptaannya di tiga bidang sekaligus, kelistrikan, perekaman suara, dan perfilman. Ya, ialah pencetus bola lampu seperti yang kita gunakan sekarang, serta mampu menghasilkan ribuan karya yang mengubah kehidupan.

Apakah kamu tahu, Edison sempat mengalami masa-masa sulit menerima materi pelajaran saat ia duduk di bangku sekolah dasar? Tidak jarang ia dinilai lamban dan terbelakang, terutama karena ia memang mengalami gangguan pendengaran pula. Adalah keingintahuan dan kegigihannya dalam menimba ilmu, sehingga ia dapat memperoleh banyak hal baru. Ia terus mencoba, dan akhirnya usahanya tidak sia-sia.

  • Bill Gates

Bisa dibilang, Bill Gates adalah sumber inspirasi kaum modern seperti sekarang ini. Ialah alasan utama kesuksesan Microsoft Cooperation sejak tahun 1975, dan ia berhasil masuk dalam daftar orang terkaya dunia beberapa kali. Tak lupa, ia mengalokasikan banyak waktu untuk mendalami ilmu komputer. Kunci suksesnya? Ia berupaya untuk tidak pernah menunda pekerjaan. Ia percaya bahwa semakin cepat sebuah ide direalisasikan, akan semakin cepat hasil yang bisa ia terima.

Bagaimana menurutmu? Dari keempat cara belajar ilmuwan dunia tadi, tentunya semua sangat menginspirasi dan memberikan dorongan bagi kita untuk terus belajar, ya. Intinya, kita harus rajin dan gigih belajar, serta tidak pernah lelah untuk berjuang.

Cara Menjadi Guru yang Baik dan Profesional

Guru merupakan suatu profesi yang sangatlah mulia. Dapat dikatakan, guru adalah pondasi awal dari kemajuan suatu negara karena perannya dalam mempersiapkan generasi-generasi penerus bangsa. Dari satu profesi guru saja akan hadir profesi lainnya yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas negara.

Selain karena tujuan mulia yang diembannya, tidak jarang profesi guru memberikan seseorang keistimewaan lainnya dalam bentuk materi maupun non-materi. Pertanyaannya adalah, bagaimana cara menjadi guru yang baik dan profesional bagi murid-muridnya?

7 Tips dan Cara Untuk Menjadi Guru yang Baik

Berikut adalah 7 cara yang patut dilakukan untuk menjadi guru terbaik bagi muridnya.

  • Tampil dengan prima

Apakah Anda pernah berpikir bahwa guru yang mampu tampil secara prima akan menghasilkan output yang lebih memuaskan pula? Kuasailah materi pelajaran sebelum diberikan pada siswa. Guru yang profesional dapat dilihat dari gaya mengajarnya yang tidak gagap, atau bahkan melihat catatan pendukung ketika berbicara di depan kelas. Dan untuk dapat memberikan materi pada murid, jagalah kesehatan fisik dan mental, serta berpakaianlah yang rapi dan pantas.

  • Bijaksana

Guru yang baik bagi muridnya adalah mereka yang adil dan dapat berlaku bijaksana. Sebagai seorang guru, konsekuensi yang harus dipahami sedari awal adalah tingkat pemahaman dan kecerdasan anak yang berbeda-beda. Dengan menyadari hal ini, seorang guru dapat meningkatkan kesabaran dan berlaku sebijak mungkin dalam menangani masing-masing kondisi anak.

  • Ceria

Untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dan membuat betah murid di kelas, tampilah sebagai sosok yang selalu ceria. Buat suasana belajar menjadi menarik dengan selalu memberikan semangat dan menyalurkan inspirasi baik bagi para murid.

  • Kendalikan emosi

Melanjutkan poin sebelumnya tentang bertindak bijaksana, implementasi lain yang perlu diupayakan seorang guru yang baik adalah mengendalikan emosi. Jaga emosi Anda agar tidak terlewat bahagia maupun marah. Murid cenderung akan mencontoh apa perilaku yang guru tunjukkan di depan kelas. Maka dari itu, buat suasana selalu menjadi nyaman dengan membiasakan diri untuk mengontrol diri.

  • Jawab pertanyaan

Guru bertugas memberikan materi pelajaran dan arahan pada murid, serta menjawab segala rasa ingin tahu muridnya. Berusahalah untuk dapat menjawab semua pertanyaan dengan memuaskan, serta tidak lupa dengan sikap yang baik. Agar mampu menangani kondisi seperti ini, bekali diri dengan pengetahuan dan pembelajaran yang cukup sedari awal. Di sisi lain, tidak ada salahnya untuk membuka kesempatan diskusi untuk menemukan lebih banyak lagi alternatif jawaban.

  • Sabar

Memiliki kemampuan untuk mengontrol diri telah disebutkan sebelumnya, dan hal itulah yang memang menjadi kunci suksesnya seorang guru mengadakan kegiatan belajar dan mengajar. Aplikasinya adalah seorang guru harus selalu bertindak sabar. Tindakan ini diperlukan baik dalam menghadapi murid dan kondisi pembelajaran, maupun menerima segala keterbatasan yang mungkin harus dialami ke depannya.

  • Tidak sombong

Terakhir, cara menjadi guru yang baik dan profesional adalah dengan mengedepankan sifat rendah hati. Seorang guru tidak patut menyombongkan dirinya, terlebih karena seumur hidup kita adalah ladang belajar bagi siapa pun, kapan pun dan di mana pun. Alangkah baiknya bagi guru yang tak kenal lelah untuk mengembangkan diri, serta merasa waspada agar tidak melakukan kesalahan.

Menjadi guru memang bukan suatu yang mudah, tetapi bukan tidak mungkin untuk mewujudkan mimpi Anda untuk berperan sebagai guru baik dan profesional yang mampu mencerdaskan anak-anak bangsa. Itulah 7 cara untuk menjadi guru privat yang baik. Selamat mencobanya.

4 Kampus Tempat Belajar Big Data

Data adalah salah satu elemen paling penting di zaman modern seperti zaman Revolusi Industri 4.0 ini. Perkembangan teknologi menuntut penggunaan data, serta pengembangan data itu sendiri, untuk mempercepat lajunya penyebaran informasi di berbagai media modern. Kondisi ini disebut big data. Peredaran big data bersifat sangat esensial dalam berbagai aspek kehidupan di era modern, mulai dari penentu kebijakan hingga kunci sukses implementasi bisnis. Bahkan ada sebuah pernyataan yang menekankan pentingnya big data, bahwa “Siapa yang mampu menguasai data, ia akan mampu menguasai dunia”.

4 Perguruan Tinggi dengan Prodi Kekinian

Kebutuhan akan seseorang yang mampu menguasai dan mengolah data menjadi kian tinggi seiring dengan berjalannya waktu dan berubahnya tren dalam kehidupan. Tidak hanya teori, semakin banyak orang yang dituntut untuk mampu mengolah rangkaian data dan menghasilkan sesuatu yang mendukung kebutuhan pekerjaan zaman sekarang. Untuk dapat berhasil di lingkungan kerja yang demikian, terdapat 4 kampus atau perguruan tinggi yang telah membuka jurusan kekinian, big data. Di manakah itu?

  • Universitas Indonesia

Siapa yang tidak kenal dengan nama Universitas Indonesia? Kampus yang masuk dalam jajaran teratas perguruan tinggi di Indonesia, hingga mampu menempatkan dirinya di antara perguruan-perguruan tinggi dunia lainnya dalam daftar terbaik, dapat menjadi referensi utama kampus yang menyediakan jurusan kekinian, big data. Sejak Februari 2018 lalu, Universitas Indonesia telah mengenalkan adanya jurusan Big Data dan Komputasi Kognitif tergabung dalam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di Departemen Akuntansi.

Universitas Indonesia telah bekerja sama dengan perusahaan teknologi Indonesia, IBM, dalam menghadirkan pembelajaran yang terstruktur dan up-to-date. Nantinya, lulusan dapat memanfaatkan hasil pembelajaran berupa kemampuan analisis data yang kuat.

  • Universitas Negeri Jakarta

Masih di kawasan Ibukota, Universitas Negeri Jakarta juga telah menghadirkan jurusan big data melalui mata kuliah yang bertajuk Introduction to Coding and Big Data. Melalui mata kuliah ini, diharapkan mahasiswa dapat semakin mengenal konsep pemrograman, serta memahami kebutuhan menganalisis big data sejak dini. Sebagai hasilnya, lulusan akan memiliki bekal pemrograman dan keahlian analisis big data untuk dapat berhasil di dunia kerja era kini.

  • Universitas Gadjah Mada

Beralih ke Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada adalah pilihan kampus negeri yang tepat untuk mempelajari big data di bangku kuliah. Uniknya, mata kuliah Analisis Big Data dihadirkan di program S2 hingga S3. Mata kuliah ini tidak hanya memberikan definisi, lingkup, dan komponen big data pada sistem informasi dan teknologi, tetapi juga memproyeksikan arsitektur big data pada kegiatan nyata pemrosesan data berbasis teknologi.

  • Universitas Multimedia Nusantara

Referensi yang satu ini menawarkan layanan yang cukup unik dan lengkap. Pasalnya, jika kampus-kampus sebelumnya hanya memberikan perkuliahan dasar mengenai topik big data, Universitas Multimedia Nusantara berani untuk menyajikan program studi tingkat lanjutan bertajuk Sistem Informasi, dengan adanya peminatan bertajuk Business Intelligence pula. Nantinya, mahasiswa akan disiapkan menjadi ahli dalam bidang analisis data (Data Analysis), penyimpanan data (Data Warehouse), perolehan dan pengolahan data (Data Mining), visualisasi data (Data Visualization), serta pengambilan keputusan (Decision Support Systems).

Itulah 4 perguruan tinggi yang membuka mata kuliah kekinian, big data. Hadirnya program studi ini dapat dijadikan tolok ukur universitas dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan mengolah dan analisis data dalam rangka siap menyambut revolusi teknologi di dunia kerja. Siap menjadi ahli di bidang big data?

Inilah Cara Membangun Kepercayaan dengan Murid

Dalam suatu hubungan yang dijalin seseorang dengan pihak lainnya, termasuk hubungan profesional antara pengajar dan muridnya, memiliki kepercayaan bersifat penting adanya. Kepercayaan menjadi dasar hubungan tersebut, sehingga unsur pemahaman dan saling menghormati bersifat wajib di antara kedua belah pihak. Cara terbaik untuk mendapatkan kepercayaan satu sama lain adalah dengan berkomunikasi. Walaupun membangun kepercayaan tidak dibangun hanya dalam satu, dua hari saja, bukan tidak mungkin memperoleh kepercayaan dari murid bagi Anda seorang pengajar. Membangun kepercayaan kemudian bergantung pada cara Anda memperlakukan mereka.

3 Cara Membangun Kepercayaan Dengan Murid

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, membangun kepercayaan dengan murid bukanlah hal yang mudah dan dapat dilakukan dalam waktu singkat, tetapi bukan berarti hal itu tidak mungkin untuk diwujudkan. Daripada menyebutnya sebuah kesulitan, lihatlah aksi ini sebagai suatu tantang seorang guru atau pengajar. Nantinya, kepercayaan yang terbentuk akan menjadi landasan terciptanya komunikasi dua arah yang semakin solid dan mendukung ke seluruh proses belajar dan mengajar. Dari sini, suasana belajar dan mengajar juga akan lebih hidup dan menarik. Apa saja kiat khususnya? Berikut adalah 3 cara membangun kepercayaan dengan murid bagi Anda seorang pengajar.

  1. Lakukan dengan sepenuh hati

Layaknya melakukan setiap hal yang merupakan tanggung jawab Anda, mengajarlah dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab. Memiliki peran sebagai seorang pengajar membuat Anda harus bertindak dari hati, serta bersikap objektif dan tegas. Perlihatkan rasa simpati dan empati, berbarengan dengan kapabilitas Anda sebagai seorang pengajar yang profesional. Seorang pengajar seyogyanya mampu memahami kondisi muridnya, serta mampu menunjukkan dukungan bagi masing-masing dari mereka untuk dapat berhasil.

Terdengar sangat berat, ya, untuk sebuah tugas bagi seorang pengajar? Itulah yang membuat profesi ini dinilai sangat mulia. Lakukan profesi Anda ini dari hati, baik memberikan apresiasi bagi pencapaian siswa maupun menegur kesalahan mereka dan menuntun mereka ke arah yang benar. Tahukah Anda, menurut sebuah penelitian dari Universitas Toronto tentang membangun kepercayaan, murid akan percaya pada pengajar yang menghargai dan memercayai mereka pula.

  1. Menjaga konsistensi dan kredibilitas

Anda mungkin sudah menyadari bahwa, seiring dengan berjalannya waktu, kewajiban yang diberikan pada seorang guru tidak berhenti pada memberikan materi pelajaran pada para murid. Kewajiban seorang pengajar bersifat lebih dari sekedar menjadi pembicara di ruang pembelajaran. Faktanya, murid berhak untuk diberikan perhatian lebih dan merasa diayomi dalam kelas. Maka dari itu, seorang pengajar zaman sekarang juga diharapkan berperan sebagai pihak yang mampu mendorong semangat murid, sehingga dapat melihat sosok pengajar yang hebat.

Profesionalitas seorang pengajar dapat dinilai pula dari kesediaannya untuk memberikan kesempatan bagi murid untuk berkembang. Pengajar dapat memberikan stimulant terlebih dahulu di masa-masa awal kegiatan belajar dan mengajar, untuk kemudian memberikan keleluasaan pada murid untuk berkembang dengan memberikan jawaban dan berbagai pendapat. Dengan mewujudkan suasana pembelajaran yang seperti ini, murid akan merasa dipercaya dan berniat untuk tampil lebih berani. Dorongan dari pihak pengajar membuat murid memiliki kemampuan untuk menjadi sosok yang aktif dari dalam diri mereka sendiri. Selain itu, melakukan inovasi ini bersama-sama berarti memupuk adanya rasa toleransi, mengakui kebutuhan untuk mencari solusi bersama-sama, dan mengupayakan diri untuk bersikap lebih terbuka. Lakukan secara konsisten, sehingga murid menjadi terbiasa.

  1. Mengajar secara ekspresif

Berdasarkan hasil penelitian dari Perguruan Tinggi Occidental California tentang daya tarik sekolah menegah, guru yang menetapkan cara belajar konvensional cenderung akan menciptakan suasana bosan dalam kelas. Apa yang dimaksud dengan cara belajar konvesional? Cara belajar tersebut adalah metode yang berpusat pada guru. Hampir semua kegiatan belajar dan mengajar berpatokan pada aksi-aksi yang hanya diinisiasi dan dilakukan oleh guru, misalnya menjelaskan materi, menjawab pertanyaan, serta membuat kesimpulan dari suatu kasus. Cara mengajar yang lebih disukai dewasa ini adalah cara yang melibatkan siswa dalam kegiatan belajar dan mengajar, bahkan menjadikan murid menjadi pusat dalam rangkaian proses pembelajaran. Jika murid diberi kebebasan untuk berperan aktif, kemungkinan mereka merasa bosan akan berkurang, bukan?

Rasa bosan yang dialami murid selama masa pembelajaran akan berdampak pada performa mereka dalam kelas. Kegiatan rutin dan monoton tentu membuat murid merasa tidak ada tantangan dan hal baru yang dapat mereka tangani. Maka dari itu, keluarkanlah cara mengajar yang mengacu pada konsep kreativitas. Penyampaian materi yang dapat menarik perhatian murid, misalnya melibatkan alat peraga, dapat menjadi inspirasi. Pengajaran dengan model seperti ini disinyalir akan membawa suasana menyenangkan dalam kelas, sehingga murid akan merasakan antusias dan memperoleh semangat untuk terus mengikuti proses pembelajaran.

Itulah 3 cara membangun kepercayaan dengan murid. Dapat disimpulkan, kuncinya adalah tampil dengan maksimal sebagai seorang pengajar dalam rangka membuat murid mengandalkan Anda.